Selamat Datang

Selasa, 04 Agustus 2015

Kesan salama belajar di Widya Informatika

Kesan pertama masuk di Widya Informatika bagus, mendapatkan teman baru, ilmu baru dan pengalaman baru. Setelah masuk mengikuti pelajaran suasana di kelas selalu heboh.
Teman-teman di Widya Informatika lumayan menyenangkan, tetapi kadang-kadang menyebalkan, haha....
Walaupun begitu, mereka teman-teman saya.

Guru-guru di Widya Informatika semuanya baik-baik, mereka mengajar dan mendidik kami dengan penuh kesabaran, walaupun kami terkadang suka usil.

Terima Kasih  Bapak/Ibu guru  ...

SEJARAH MESJID PENYENGAT

SEJARAH SINGKAT MESJID PENYENGAT

Mesjid ini didirikan tahun 1249 Hijriah bertepatan dengan tahun 1832 Masehi, atas prakarsa Raja Abdurrachman Yang Dipertuan Muda VII yang juga disebut Marham Kampung Bulang. Riwayat lain yang menarik tentang pembangunan mesjid ini ialah dipergunakannya putih telor sebagai campuran kapur untuk memperkuat kubah, menara , dan bagian-bagian tertentu dari mesjid.
Di tengah-tengah kediaman penduduk akan dijumpai sisa gedung Engkau Duah yang merupakan tabib kerajaan. Tidak jauh dari tempat tersebut dapat dijumpai pula sisa-sisa bangunan istana Sultan Abdurrachman Muazamsyah, yang merupakan Sultan Riau Lingga yang terakhir. Dari sisa-sisa bangunan dapar diperkirakan bahwa dulu merupakan sebuah istana yang amat megah.
Berhimpitan dengan sebatang pohon besar terlihat pula sisa gedung milik Tengku Bilik, adik Sultan Riau Lingga terakhir, yang bersuamikan Tengku Abdul Kadir. Bentuk bangunan masih tampak jelas, yang menggambarkan ciri-ciri rumah yang amat disukai oleh para bangsawan pada akhir abad XIX. Bangunan serupa masih dapat dijumpai di tempat lain seperti Singapura, di Johor dan di Semenanjung Malaysia.  Sedang profil bangunan bergaya Portugis tampak pada sisa-sisa istana milik Raja Ali Marhum Kantor. Tembok yang mengelilingi sedung masih utuh. Pembangunan fisik yang pesat terjadi pada masa pemerintahan Raja Ali Marhum Kantor yang saat itu menjabat Sebagai Yang Dipertuan Muda Riau VIII.
Di Pulau Penyengat dapat pula dijumpai gedung kecil yang sidah dipugar, yangdisebut gedung mesiu atau gedung obat bedil. Menurut keterangan ada empat gedung serupa di tempat tersebut, hanya yang lainnya sudah tinggal sisa-sisa saja.
Pusat perbentangan terdapat di Bukit Kursi dan Bukit Penggawa Benteng dilindungi dengan parit-parit pertahanan. Kebanyakan dibangun ketika terjadi peperangan antara riau dengan Belanda tahun 1782-1784.
Sebagai bekas berkumpulnya cendekiawan Pulau Penyengat juga ditandai dengan puing-puing bekas percetakan dan gedung Rusdiah Klub, yang  merupakan perkumpulan cendikiawan Melayu di Pulau Penyengat. Percetakan dibangun tahun 1890. Sisa-sisa lainnya yang tampa agak utuh adalah taman pantai dengan pemandangan yang mengesankan.
Beberapa bangunan kompleks pemakaman juga ada di Pulau Penyengat, antara lain kompleks makam Engku Putri Raja Hamidah. Dalam kompleks makam ini dapat pula ditemui pusara tokoh-tokoh terkemuka kerajaan Riau, yaitu pusara Raja Haji Abdulla Marhum Mursyid.Yang Dipertuan Muda Riau IX, pusara Raja Ali Haji, pujangga Gurindam XII yang terkenal. Juga dapat dijumpai pusara raja Haji Abdullah, hakim Syariah.
Di bukit selatan Pulau Penyengat terdapat makam Raja Haji Marhum Teluk Ketapang, bersebelahan dengan makam Habib Sekh seorang ulama terkenal di jaman Kerajaan Riau. Raja Haji Teluk Ketapang adalah Yang Dipertuan Muda Riau IV.
Makam lainnya adalah kompleks makam raja Jaafar, Yang Dipertuan Muda Riau VI. Kompleks ini termasuk salah satu bangunan yang indah dengan pilar-pilar, kubah-kubah kecil dan kolam air untuk berwudu. Sedang di lereng bukit di belakang Mesjid Raya terdapat pula makam Raja Abdurrachman Marhum Kampung Bulang, Yang Dipertuan Muda Riau VII. Pusarannya dikelilingi tembok yang dihiasi dengan ukiran timbul dan porselin di bagian muka.
Bagi peminat wisata budaya, Pulau Penyengat memang menampilkan kelebihan tersendiri. Penduduk yang ramah, angkutan yang lancar, peninggalan sejarah, pemandangan yang indah dan Tanjung Pinang sebagai kota dagang membuat kawasan tersebut amat potensial. Pulau Penyengat yang indah dan mungil sarat dengan peninggalan sejarah ini, tentu saja akan sangat bermanfaat bagi pengkajian budaya Melayu saat ini dan di masa mendatang.

SEJARAH SELATPANJANG

Sejarah

Kota Selatpanjang merupakan pusat pemerintahan kabupaten Kepulauan Meranti, duhulu merupakan salah satu bandar (kota) yang paling sibuk dan terkenal perniagaan di dalam kesultanan Siak.[1] Bandar ini sejak dahulu telah terbentuk masyarakat heterogen, terutama suku Melayu dan Tionghoa, karena peran antar merekalah terbentuk erat dalam keharmonisan kegiatan kultural maupun perdagangan. Semua ini tidak terlepas ketoleransian antar persaudaraan. Faktor inilah yang kemudian menyuburkan perdagangan dan lalu lintas barang barang maupun manusia dari China ke nusantara dan sebaliknya.
Daerah Selatpanjang dan sekitarnya sebelumnya merupakan wilayah kekuasaan Kesultanan Siak Sri Indrapura yang merupakan salah satu kesultanan terbesar di Riau saat itu.Pada masa pemerintahan Sultan Siak VII yaitu Sultan Assyaidis Syarif Ali Abdul Jalil Syaifuddin Baalawi (yang bertahta tahun 1784–1810), biasa disapa Sultan Syarif Ali, memberi titah kepada Panglima Besar Muda Tengku Bagus Saiyid Thoha untuk mendirikan Negeri atau Bandar di Pulau Tebing Tinggi. Selain tertarik pada pulau itu juga karena Sultan Assyaidis Syarif Ali Abdul Jalil Syaifuddin Baalawi sendiri pernah singgah ke daerah itu, tujuan utama Sultan Syarif Ali ingin himpun kekuatan melawan kerajaan Sambas (Kalimantan Barat) yang terindikasi bersekutu dengan Belanda yang telah khianati perjanjian setia dan mencuri mahkota Kerajaan Siak. Negeri atau Bandar ini nantinya sebagai ujung tombak pertahanan ketiga setelah Bukit Batu dan Merbau'' untuk menghadang penjajah dan lanun.
Maka bergeraklah armadanya dibawah pimpinan Panglima Besar Muda Tengku Bagus Saiyid Thoha pada awal Muharram tahun 1805 Masehi diiringi beberapa pembesar Kerajaan Siak, ratusan laskar dan hulu balang menuju Pulau Tebing Tinggi. Mereka tiba di tebing Hutan Alai(sekarang Ibukota Kecamatan Tebingtinggi Barat). Panglima itu segera menghujam kerisnya memberi salam pada Tanah Alai.Tanah Alai tak menjawab, Ia meraup tanah sekepal, terasa panas. Ia melepasnya, “Menurut sepanjang pengetahuan den, tanah Alai ini tidak baik dibuat sebuah negeri karena tanah Hutan Alai adalah tanah jantan, Baru bisa berkembang menjadi sebuah negeri dalam masa waktu yang lama,” kata sang panglima dihadapan pembesar Siak dan anak buahnya.
Panglima bertolak menyusuri pantai pulau ini. Lalu, terlihat sebuah tebing yang tinggi. “Inilah gerangan yang dimaksud oleh ayahanda Sultan Syarif Ali,” pikirnya. Armada merapat ke Tebing Tanah Tinggi bertepatan tanggal 07 April 1805 Masehi. Di usia masih 25 tahun itu, dengan mengucap bismillah Panglima melejit ke darat yang tinggi sambil memberi salam. “Alha-mdulillah tanah tinggi ini menjawab salam den,” katanya. Tanah diraupnya, terasa sejuk dan nyaman. Ia tancapkan keris di atas tanah (lokasinya sekarang kira-kira dekat komplek kantor Bea Cukai Selatpanjang). Sambil berkata, “Dengarkanlah oleh kamu sekalian di tanah Hutan Tebing Tinggi inilah yang amat baik didirikan sebuah negeri. Negeri ini nantinya akan berkembang aman dan makmur apabila pemimpin dan penduduknya adil dan bekerja keras serta menaati hukum-hukum Allah.”
Panglima itu berdiri tegak dihadapan semua pembesar kerajaan, laskar, hulu balang, dan bathin-bathin sekitar pulau. “Den bernama Tengku Bagus Saiyid Thoha Panglima Besar Muda Siak Sri Indrapura. Keris den ini bernama Petir Terbuka Tabir Alam Negeri. Yang den sosok ini den namakan Negeri Makmur Kencana Bandar Tebing Tinggi.”itulah nama asal muasal kota selatpanjang.
Setelah menebas hutan, membuka wilayah kekuasaan, berdirilah istana panglima besar itu. Pada 1810 Masehi Sultan Syarif Ali mengangkat Panglima Besar Muda Tengku Bagus Saiyid Thoha itu sebagai penguasa pulau. Kala itu, sebelah timur negeri berbatasan dengan Sungai Suir dan sebelah barat berbatasan dengan Sungai Perumbi,seiring perkembangan waktu bandar ini semakin ramai dan bertumbuh sebagai salah satu bandar perniagaan di kesultanan siak.
Ramai interaksi perdagangan didaerah pesisir Riau inilah menyebabkan pemerintahan Hindia Belanda ikut ambil dalam bagian penentuan nama negeri ini. Sejarah tercatat pada masa Sultan Siak yang ke 11 yaitu Sultan Assayaidis Syarief Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin. Pada tahun 1880, pemerintahan di Negeri Makmur Kencana Tebing Tinggi dikuasai oleh J.M. Tengkoe Soelong Tjantik Saijet Alwi yang bergelar Tuan Temenggung Marhum Buntut (Kepala Negeri yang bertanggung jawab kepada Sultan Siak). Pada masa pemerintahannya di bandar ini terjadilah polemik dengan pihak Pemerintahan Kolonial Belanda yaitu Konteliur Van Huis mengenai perubahan nama negeri ini, dalam sepihak pemerintahan kolonial Belanda mengubah daerah ini menjadi Selatpanjang, namun tidak disetujui oleh J.M. Tengkoe Soelong Tjantik Saijet Alwi selaku pemangku daerah. Akhirnya berdasarkan kesepakatan bersama pada tanggal 4 September 1899, Negeri Makmur Kencana Tebing Tinggi berubah menjadi Negeri Makmur Bandar Tebingtinggi Selatpanjang.J.M. Tengkoe Soelong Tjantik Saijet Alwi mangkat pada tahun 1908. Seiring waktu masa diawal Pemerintahan Republik Indonesia, kota selatpanjang dan sekitarnya ini merupakan Wilayah Kewedanan di bawah Kabupaten Bengkalis yang kemudian berubah status menjadi Kecamatan Tebingtinggi.Pada tanggal 19 Desember 2008,daerah selatpanjang dan sekitarnya ini berubah menjadi Kabupaten Kepulauan Meranti memekarkan diri dari Kabupaten bengkalis dengan ibukota Selatpanjang[2].

Selasa, 30 Juni 2015

Hidup Sehat




 Tips Cara Hidup Sehat




cara hidup sehat

Cara Hidup Sehat Secara Alami

Banyak orang lebih memilih suplemen untuk mendompleng badan agar tetap fit. Bahkan adajuga yang menggunakan obat-obatan yang justru akan menimbulkan efek samping dikemudian hari. Penggunaan obat-obatan ini sebaiknya mulai anda tinggalkan karena anda dapat mencoba metode sederhana yang saya rangkum menjadi cara hidup sehat secara alami.

1. Istirahat yang Cukup
Kalau anda sibuk diwaktu siang, usahakan untuk tetap beristirahat cukup dimalam hari. Istirahat ini bisa dimulai dengan tidur yang cukup. Berapa jam tidur yang sehat itu? banyak peneliti mengatakan bahwa tidur yang baik itu 7 jam. Bagaimana jika sulit untuk tidur? Nah disini saya mau menyampaikan bahwa istirahat itu tidak hanya tidur, jika anda tidak bisa menjalani tidur selama 7 jam karena adanya gangguan tidur (insomnia), saya sarankan anda untuk melakukan relaksasi. Relaksasi yang bisa anda lakukan misalnya minum teh hangat atau coklat panas, rebahan, atau mandi dengan air panas. Relaksasi ini bisa membantu anda menenangkan pikiran. Setelah pikiran anda mulai tenang anda bisa tidur dengan mudah.

2. Bangun diPagi Hari
Ibarat orang kata jangan bangun kesiangan, nanti rezekinya dimakan ayam. Perkataan tersebut sering saya dengar dari nenek saya ketika saya masih kecil. Hal itu mengajarkan ‘rezeki’ dipagi hari itu tidak semata-mata harta benda saja, tapi juga udara yang jernih. Udara yang jernih inilah rezeki yang diberikan oleh Tuhan secara cuma-cuma untuk kesehatan tubuh kita. Udara bersih akan berkurang seiring polusi yang mulai banyak disiang hari karena terkontaminasi asap kendaraan dan sebagainya. Jika anda masih ingat pelajaran SD tentang proses pembaruan udara oleh tumbuh-tumbuhan anda pasti ingat bahwa dipagi hari itu gudangnya oksigen. Mungkin pendapat saya yang lain, berhubung saya muslim saya bisa mendapatkan berkah spiritual karena bangun pagi selalu diikuti dengan shalat subuh. Bagi saya kekuatan spiritual juga berguna untuk kesehatan tubuh.

3. Olahraga Teratur
Cara Hidup sehat tidak akan pernah lengkap jika tidak ada unsur olahraga didalamnya. Olahraga membuat tubuh kita menjadi lebih fit. Barang siapa yang jarang melakukan olahraga mungkin mulai saat ini bisa membiasakan diri untuk melakukan olahraga sederhana seperti lari jarak pendek, push up atau senam kecil ketika waktu luang. Olahraga ini dapat membuat racun dalam tubuh melalui keringat sehingga anda tidak perlu menggunakan zat kimia untuk melakukan hal tersebut.

4. Memperbanyak Minum Air Putih
Minum air putih merupakan cara hidup sehat secara alami. Anda tidak perlu menambahkan apapun kedalam air putih. Air putih yang sehat membantu melancarkan metabolisme tubuh. Tubuh kita ini sangat membutuhkan unsur cairan, aktivitas yang padat membuat tubuh kekurangan cairan sehingga minum setidaknya 8 gelar per hari adalah cara sederhana untuk hidup sehat.

5. Pilih Menu Makanan Sehat
Sebelumnya saya juga telah membahas mengenai makanan sehat pada artikel cara menguruskan badan. Makanan untuk tubuh sehat adalah makanan yang berimbang, ini artinya antara serat, karbohidrat dan protein harus seimbang. Jadi Kalau lapar jangan hanya mementingkan karbohidarat saja tapi tubuh anda lebih memerlukan asupan gizi yang berimbang. Saya juga menyarankan untuk tidak membiasakan diri makan JunkFood, selain tidak berimbang anda tidak bisa mengontrol asupan gizi yang terkandung dalam makanan tersebut.

6. Menerapkan Bola Hidup Bersih
Menjaga kondisi lingkungan sehari-hari adalah cara hidup sehat dan bersih. Selain untuk kenyamanan dan kesehatan, lingkungan yang bersih juga menimbulkan mood beraktivitas anda. Mulai saat ini jika tempat kerja anda berserakan, mulailah membersihkan hal tersebut. Gunakan masker saat melakukan bersih-bersih agar debu tidak masuk kedalam tubuh.
Jika anda belum terbiasa menerapkan pola hidu sehat diatas, anda bisa melakukan hal-hal yang paling ringan terlebih dahulu. Hal ini agar diri anda merasa terbiasa melakukan tindakan demi kesehatan anda sendiri. Semoga artikel tentang cara hidup sehat ini bermanfaat.




Selasa, 09 Juni 2015

PUISI

ETIKA SAHABAT MENJADI CINTA

Kebahagian sebuah pertemnan kini
telah berubah menjadi keindahan sebuah kisah cinta. .
yang dulunya bertengkar sekarang menjadi damai akan hadirnya Cinta
dan pernah ada yang menyangka bahwa
Sebuah pertemanan bisa menjadi sebuah percintaan. . .

Dan mungkin semua orang tau,
Bahwa cinta itu berawal dari sebuah pertemanan. .

keindahan sebuah persahabatan lebih indah jika
di tambah dengan sebuah kisah Cinta antara dua makhluk
yang saling mengkasihi. . .

 TENTANG AKU & KAMU, KAWAN

Kawan,
Taukah kamu berapa lama masa yang kita lewati bersama??
Aku tak ingin tau,
Karna kamu selamanya bagiku.....
Bersamamu,
Tangisku kan terurai menjadi tawa
Dukaku kan terpecah menjadi bahagia
Dan airmata yang terlanjur jatuh....
Takan berubah menjadi nestapa
Denganmu,kepenatanku tergilas sirna

Terkadang disatu waktu,
Prasangka pernah menjauhkanmu dariku
Tapi sungguh kawan,
Amarah takkan bisa bertahan lama dikalbuku
Kusadari aku terikat jauh kedalam hatimu

Ingatkah kawan,
Kita pernah duduk bersama
Melukis langit dengan impian
Tentang aku , kamu dan kehidupan......

Selasa, 02 Juni 2015

Tentang saya

Nama saya Puput Sundari, nama kecil saya Puput Ayu Sundari tapi sekarang sudah dirubah menjadi Puput Sundari, hehe... Saya lahir di Selatpanjang 23 Maret 1996, tanggal lahir saya yang aslinya sih 19 Maret 1996 tapi yang sering dipakai ya tanggal 23 Maret itu. Saya tidak mempunyai seorang ibu, karna dia meninngal setelah melahirkan saya, sekarang saya tinggal bersama orang tua angkat saya yaitu Abang kandung dari ayah saya.

Sekarang umur saya sudah 19 tahun, sampai umur sekarang saya belum pernah melihat wajah ibu kandung saya. Saya hanya bisa melihat dari foto saja, itupun foto lama yang sudah tidak jelas.
Tapi walaupun saya tidak mempunyai ibu kandung, setidaknya saya  mempunyai ibu angkat yang sangat menyayangi saya. Saya mempunyai 10 bersaudara dan saya adalah anak yang paling bungsu.

Walaupun saya sekarang bersama keluarga angkat saya, tetapi saya menganggap mereka seperti keluarga kandung saya. Dalam keseharian saya membantu ibu saya untuk mempersiapkan jualannya. 

Dulu saya bersekolah di SD 36 Alah air Selatpanjang, lulus dari SD saya melanjutkan ke SMP 2 Selatpanjang, lulus dari SMP saya melanjutkan ke SMA N 3 Tebing Tinggi. Rencana setelah tamat dari SMA saya ingi melanjutkan kuliah, tetapi saya tunda dulu, sekarang saya sedang belajar Komputer di Widya Informatika untuk setahun, setelah tamat dari Widya nanti mudah-mudahan saya mendapatkan kerja yang lebih baik. AMIN .... !!! :D :')
Hahaha ....